rukun,syarat zakat fitrah

Zakat adalah satu diantara rukun Islam, serta jadi satu diantara unsur pokok untuk tegaknya syariat Islam. Oleh karenanya hukum zakat yaitu harus fardhu atas tiap-tiap muslim yang sudah penuhi kriteria spesifik. Zakat termasuk juga dalam kelompok Beribadah seperti Shalat, Haji, serta Puasa yang sudah ditata dengan detil berdasar pada Al Quran serta Sunnah.

Zakat fitrah dimaksud juga zakat nafsi, karna berperan untuk menyucikan jiwa manusia,

“Adalah Rasulullah Saw. zakat fitarah dengan uang sudah mewajibkan zakat fitrah jadi pencuci untuk orang yang berpuasa dari perkataan bebrapa bukanlah serta kotor, dan jadi pemberian makanan untuk golongan miskin. Siapapun yang menunaikannya sebelumnya shalai ‘ied, jadi jadi zakat yang di terima. Serta siapapun yang membayar zakat fitrah setelah shalat ‘ied, jadi jadi sedekah umum. ” (HR Abu Dawud serta Ibnu Majah)

Hukum zakat fitrah yaitu harus untuk tiap-tiap muslim yang penuhi prasyarat.

Prasyarat Harus Zakat Fitrah

Tiap-tiap orang yang tidak mati hingga datangnya hari raya Idul Fitri, baik kecil ataupun besar, harus keluarkan zakat fitrah, bila ia memenugi tiga prasyarat tersebut :

1 Islam
2 Telah tenggelam matahari diakhir bln. Ramadhan
3 Memiliki keunggulan makanan untuik dianya serta keluarganya

Dengan hal tersebut, zakat fitrah tidak harus untuk orang yang :

1 Beragama non Islam
2 Meninggal dunia sebelumnya malam hari raya fitri
3 Belum juga datang saat hari raya fitri
4 Tidak mempunyai sisa/keunggulan makanan pada malam hari raya fitri

Karenanya, tidaklah perlu jual barang atau hutang, bila memanglah tidak mempunyai keunggulan makanan atau uang untuk beli beras untuk zakat fitrah.

Serta zakat fitrah mesti berupa “makanan pokok”, tidak bisa berbentuk uang. Kalaunpun menyetorkan beberapa uang pada panitia/amil, semestinya akadnya bukanlah untuk membayar zakat fitrah, namun yaitu untuk beli beras pada panitia, lalu beras itu diserahkan pada panitia/amil jadi zakat fitrahnya.

Saat Membayar Zakat Fitrah

Pada intinya, jatuh tempo pembayaran zakat fitrah yaitu mulai sejak matahari terbenam pada akhir bln. ramadhan (malam hari raya fitri) hingga imam membangun Shalat ‘ied. Akan tetapi, saat pembayaran bisa diserahkan terlebih dulu (ta’jil). Beberapa ulama membagi 5 saat pembayarannya, seperti berikut :

Saat Mubah (bisa) : Mulai sejak tanggal 1 hingga akhir Ramadhan
Saat Harus (jatuh tempo) : Mulai sejak terbenam matahari diakhir Ramadhan (malam hari raya) hingga fajar/subuh
Saat Mustahab/Sunnag (saat paling baik) : Mulai sejak subuh hingga malam shalat Idul Ftri
Saat Makruh : Mulai sejak Setelah Shalat ‘ied hingga matahari terbenam pada tanggal 1 Syawal
Saat Haram : Setelah matahari terbenam pada tanggal 1 Syawal

Upayakan membayar zakat fitrah sebelumnya shalat ‘ied. Bila dibayar sesuadah shalat ‘ied, yaitu di saat makruh serta haram, jadi zakat fitrahnya tetaplah sah, cuma saja pahala yang di peroleh seperti pahala sadaqah biasa

Hikmah serta Faedah Zakat fitrah

Jadi bentuk rasa sukur atas nikmat nyawa yang didapatkan Allah Swt. pada kita
Tingkatkan rasa tanggung jawab serta rasa kesetiakawanan sosial
Menumbuhkan serta menyuburkan rasa kasih sayang pada fakir miskin
Bersihkan diri dari karakter bakhil
Pencuci diri orang yang berpuasa dari perkataan kotor serta akhlak tercela
Membuat lancar sistem penerimaan puasa Ramadhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *