Situs Astana Gede Kawali Ciamis

Untuk saat ini sisa – sisa peninggalan kerajaan Galuh Pada abad ke-14 masehi dan bisa dilihat disitus astana gede kawali Ciamis. Menariknya peninggalan arkeologi yang dapat di situs ini berasal dari tiga budaya yang berbeda. Yaitu anatara budaya lokal, budaya hindu dan budaya Islam. Ada beberapa tinggalan arkeologis yang ada antara lain 6 buah batu prasasti, 3 buah batu menhir dan 11 buah makam. Situs ini memiliki luas sekitar 5 hektar, yang berada di kaki gunung Sawal. Benteng alamnya di kelilingi oleh pepohonan yang rimbun dan tinggi sehingga memeberikan. Hawa yang sangast sejuk dan aura mistis nya sangat kental. Di sebelah Selatan dibatasi oleh Sungai Cibulan yang mengalir dari Barat ke Timur. Di sebelah Timur berupa parit kecil dari sungai Cimuntur yang mengalir dari Utara ke Selatan.  Di sebelah Utara, mengalir Sungai Cikadongdong dan sebelah Barat dibatasi oleh Sungai Cigarunggang. Tempat wisata ciamis paling banyak di kunjungi saat ini.

Sejarah Situs Astana Gede Kawali Ciamis

Menurut cerita situs dinamakan Astana Gede karena terdapat sebuah makam yang ukurannya besar. Panjang sekali dan berbeda dengan makam – makam lain pada umumnya. Dalam bahasa Sunda, astana berarti makam dan gede berarti besar. Namun ada juga yang berpendapat karena Situs Astana Gede merupakan tempat dimakamkan nya orang-orang besar. Atau bisa dibilang dalam bahasa Sunda disebut gegeden. Makam tersebut diduga adalah makam Pangeran Usman, yang memerintah pada 1592 – 1643 M. Beliau sudah memeluk agama Islam yang merupakan keturunan dari Kesultanan Cirebon.

Dilihat dari tinggalan budaya yang ada, Astana Gede Kawali merupakan kawasan campuran. Yaitu berasal dari periode prasejarah, klasik dan periode Islam. Bentuk budaya dari tradisi megalitik ditandai dengan adanya temuan punden berundak, lumpang batu, menhir. Yoni kemudian berlanjut secara berangsur-angsur ke tradisi budaya sejarah (klasik) yang ditandai dengan adanya prasasti. Kemudian berlanjut ke tradisi Islam yang ditandai dengan adanya makam kuna. Pada masanya, Kawali merupakan pusat pemerintahan kerajaan Galuh dengan raja-raja yang bertahta yaitu Prabu Ajiguna Linggawisesa. Yang dikenal dengan sebutan Sang Lumahing kiding, Prabu Ragamulya atau Aki Kolot, Prabu Linggabuwana yang gugur pada peristiwa bubat. Rahyang Niskala Wastukancana yang meninggalkan beberapa prasasti di. Astana Gede (Situs Kawali) dan Dewa Niskala, ayah dari Prabu Jayadewata yang selanjutnya memindahkan pusat kerajaan ke Bogor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *