Mie Ayam Jamur Medan Terjual 700 Mangkok Per Hari, Apa Istimewanya?

Bersama bakso, mie ayam jamur  adalah jenis kuliner yang mudah ditemui di mana saja. Hampir semua wilayah di Indonesia mempunyai jagoan masing-masing buat kuliner yg satu ini, tidak terkecuali Medan. Dari sekian poly loka yang menjual mi ayam pada Kota ini, warung mie ayam jamur mahmud adalah keliru satu yang terkenal. Beralamat pada Jalan Abdullah Lubis, Medan, atau sempurna di depan gerbang masjid al-jihad, warung ini selalu ramai disesaki pelanggan. Waluyo (35), keliru satu pegawai Mie Ayam Bu Tumini menuturkan bahwa warung ini telah terdapat semenjak awal tahun 1990-an. Rasanya yang mantap & memiliki ciri khas yg nir Anda temukan pada warung mi ayam lainnya menciptakan warung ini sanggup bertahan pada tengah menjamurnya warung mi ayam. Mie Ayam Bu Tumini memiliki mi dengan ciri khas berukuran yang cukup akbar dan kuah yang kental berwarna agak coklat. Kuah dengan cita rasa gurih cantik tadi berasal dari proses pemasakan ayam yg digunakan buat toping mi ayam.

Saat Anda mencicipi mi ayam ini, kenyalnya mi berpadu pas dengan legit manisnya kuah. Rasanya akan semakin pas dengan tambahan sambal. “Untuk menjaga kualitas rasa, kami membuat sendiri mi-nya. Dalam sehari, kami menghabiskan gandum sekitar 70 kilogram. Jika ditotal dengan mi yang diambil pedagang lainnya, jumlahnya bisa mencapai dua kuintal,” ujar Waluyo. Untuk ayam, pada sehari, warung mi ayam yang buka mulai pukul 10.00 pagi tersebut menghabiskan ayam kurang lebih 50 kilogram. Waluyo menjelaskan, jika dihitung, pada sehari warung tersebut mampu menjual lebih berdasarkan 700 porsi mi ayam. “Setiap satu kilogram tepung gandum membentuk 11 porsi mi ayam,” ungkapnya. Di warung ini, pengunjung hanya mampu memesan mi ayam kerena nir terdapat pilihan hidangan kuliner lainnya. Namun, ada beberapa pilihan mi ayam, yakni mi ayam ceker, mi ayam jumbo, mi ayam ekstra ayam, dan terdapat juga pilihan sawi ayam.

 

Untuk harga, satu porsi mi ayam biasa cukup dibayar menggunakan Rp 15.000, mie ayam jamur jumbo Rp 10.000, mie ayam jamur  ekstra ayam Rp 10.000, mie ayam ceker Rp 20.000, sedangkan sawi ayam Rp 20.000. Meskipun setiap harinya selalu dipadati pembeli, Mie Ayam Bu Tumini nir memiliki cabang. Setiap pembeli wajib  rela antre buat menerima satu porsi mi ayam legendaris ini, terlebih dalam jam makan siang. Hal tadi jua wajib  dialami oleh Dian (28). “apabila datang ke sini pasti selalu ramai & antre. Meskipun wajib  antre, rasanya sebanding. Kuahnya yg kental & gurih anggun nir ditemukan pada mi ayam lainnya,” ungkapnya.

Ishak Charlie bidik pembangunan lokasi industri di Medan

Usaha keras serta tidak mudah menyerah dalam melakukan bisnis yaitu satu diantara motto hidup nyaris semuanya entrepreneur berhasil didunia. Termasuk juga untuk Ishak Charlie yang saat ini mulai membidik pembangunan lokasi industri di Medan.

Entrepreneur asal Medan, Sumatera Utara ini telah beberapa puluh th. bangun kerajaan bisnisnya. Dari awal mulanya cuma satu perusahaan kecil dengan sebagian karyawan, saat ini entrepreneur kelahiran Medan, 12 September 1953 itu mempunyai sekitaran 40 perusahaan atau usaha usaha yang menyimpan beberapa puluh ribu karyawan.

Keberhasilan itu sudah membawa Ishak Charlie masuk kedalam daftar 150 orang paling kaya di Indonesia pada th. 2016 versus majalah Globe Asia.

Perjalanan karir usaha dari suami Ermy Tandy ini tidak dan merta memetik berhasil seperti saat ini. Ia memulainya dari usaha membangun PT. Anugrah Tambak Perkasindo yang beroperasi di sektor pertambakan udang pada th. 1988.

Usaha tambak itu berhasil sampai areal tambaknya jadi sebesar 435 Ha. Bahkan juga pada 2002 perusahaan itu jadi perusahaan terbuka serta terdaftar di Bursa Dampak Jakarta dengan nama PT. Anugrah Tambak Perkasindo Tbk.

Usaha pertambakan udang itu berada usaha di Desa Pematang Lalang, Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Propinsi Sumatera Utara. Tempat yang strategis yang cuma berjarak 20 km dari pusat kota Medan.

Yang memiliki nama asli Li Tjin Hak lalu merambah ke usaha yang lain. Setelah itu bapak dari tiga anak, Handoko Lie, Lydia Agustina Lie, serta Joko Lie itu, mengelola beragam type perusahaan, dari mulai industri plastik, industri pulp & paper, palm oil, perkebunan sawit serta konstruksi yang menyebar di semua Indonesia. Beragam industri itu saat ini telah lebih dari 35 th. ia kelola.

“Kadang saat usaha keras saja tidak cukup. Sesekali butuh juga keberuntungan dalam usaha itu, ” papar Charlie mengenai sepak terjangnya didunia usaha Tanah Air.

Pada 2003, ia bekerjasama berbarengan PT. Ciputra International bangun housing project Citra Garden Medan, dengan kombinasi unik dari keanggunan classic serta bakat modern jadi ikon untuk kota Medan! The ” Hidup di Garden ” rencana yang menanamkan serasi dalam semuanya segi tinggal yang indah ini, termasuk juga pribadi, keluarga, lingkungan, serta serasi lingkungan

Tidak senang cuma hingga disitu saja, pada 2006, Ishak Charlie juga membangun perusahaan PT. Kurnia Tetaplah Mulia yang beroperasi di sektor properti serta bangun ikon baru kota Medan B&G Tower serta JW Marriott Hotel Medan setinggi 28 lantai.

Gedung itu di bangun untuk penuhi keperluan orang-orang bakal gedung perkantoran serta hotel kelas dunia manfaat mendukung pariwisata di Sumatera Utara, terutama kota Medan.
Pembangunan serta operasional gedung B&G Tower serta JW Marriott Medan menyimpan beberapa ribu tenaga kerja baik lokal ataupun asing. Hal semacam ini mempunyai efek positif dalam buka lapangan pekerjaan serta untuk pendapatan daerah, terutama untuk kota Medan.

“Saya menginginkan bangun usaha yang menyerap banyak tenaga kerja, hingga usaha saya dapat mensejahterakan orang lain, ” kata Ishak Charlie dalam info tertulisnya di Jakarta, Rabu.

Terkecuali mempunyai maksud mulai mensejahterakan orang-orang, Charlie dikenal juga jadi entrepreneur yang patuh pajak serta keharusan yang lain.

Petinggi Wali Kota Medan, Randiman Tarigan, memberi reward pada Charlie berbarengan 70 entrepreneur yang lain, jadi animo serta perkataan terima kasih atas kepatuhan membayar pajak daerah. Anugerah itu diberi di Ball Room Gedung Selecta, Jalan Listrik, Medan, pada 4 Desember 2015.

Dari 70 harus pajak yang memperoleh reward itu, Dinas Pendapatan Kota Medan sebagai penyelenggara aktivitas mengambil keputusan tiga pelaku usaha paling besar dalam membayar pajak th. 2015. Untuk kelompok hotel, JW Marriot Jalan Putri Hijau jadi harus pajak yang paling besar membayar pajak yaitu Rp. 909. 421. 827 per bln..

Pada 2012, lewat PT. Arga Citra Kharisma, ia juga bangun kembali Landmark kebanggaan Kota Medan berbentuk superblock Centre Point Medan di Pusat Kota Medan yang terbagi dalam Business Centre, Mall, Apartment, serta Hotel yang bisa menyimpan lebih dari 5000 lapangan pekerjaan.

Saat ini Charlie tengah membidik pembangunan lokasi industri di Medan. Ia tengah mencari investor dari dalam serta luar negeri manfaat meningkatkan pelabuhan serta lokasi industri yang lagi-lagi bakal menyimpan beberapa ribu karyawan.