Zakat dan Sedekah, Sama Tapi Tak Sama

Sebagian orang berasumsi zakat sama seperti dengan sedekah. Padahal terdapat banyak hal yang membedakan keduanya. Di antara yaitu :

1. Berdasarkan Hukum Syariat

Zakat adalah satu diantara rukun Islam ini hukumnya harus untuk seorang Muslim. Bayi yang baru lahir juga sudah harus keluarkan zakat, yakni zakat fitrah. sedekah online Hingga pastinya orang yang tidak membayar zakat tidak penuhi rukun Islam. Sedangkan sedekah hukumnya sunah

2. Jumlah yang Di keluarkan dan Waktunya

Zakat tidak seperti sedekah yang jumlahnya tidak ditata dengan detil dan bisa di keluarkan setiap saat. Zakat memiliki ketetapan spesial. Zakat terdiri jadi dua yakni zakat fitrah dan maal.
Zakat fitrah di keluarkan 1 th. sekali, memiliki periode waktu pembayaran mulai dari bln. Ramadan hingga dengan sebelumnya khotbah Idul Fitri. Bermakna jika dilakukan sesudahnya, jadi tidak dapat dimaksud sekali lagi dengan zakat fitrah dan cuma dipandang sebagai sedekah umum. Besaran zakat fitrah ini juga sudah ditetapkan yakni sebesar 2. 5 kg atau 3. 5 liter beras/makanan pokok orang-orang setempat untuk per individu.

Beda perihal dengan zakat maal (harta) yang saatnya ditetapkan berdasarkan nishab dan haul. Misalnya emas. Zakat emas dipakai jika emas yang dipunyai sudah mencapai 85 gr (nishab) dan berusia 1 th. (haul).

3. Penerimanya

Hal paling akhir sebagai pembeda pada zakat dan sedekah yaitu orang yang menerimanya.

Didalam zakat sudah ditetapkan 8 (delapan) kelompok penerima zakat yang umum dimaksud mustahiq zakat, yakni fakir, miskin, amil (yang mengelola badan amal), muallaf, budak (yang ingin memerdekakan dirinya), gharimin (orang terlilit hutang), ibn sabil (orang dalam perjalanan), dan fi sabilillah (orang berjuang di jalan Allah).

Nah, terkadang kita tidak dapat memastikan sendiri mana yang termasuk kelompok ini. Atau sering berasumsi seseorang termasuk dalam satu diantara kelompok ini, tapi kenyataannya tidak. Hingga sebaiknya zakat yang dibayarkan diberi segera pada badan amal zakat resmi supaya lebih tepat tujuan. Karna merekalah yang bertugas untuk menyalurkan zakat, termasuk mengidentifikasi siapapun yang termasuk dalam mustahiq zakat.

Diluar itu ada ketetapan beda tentang orang yang tidak memiliki hak terima zakat. Satu diantaranya yaitu orang dalam tanggungan yang berzakat, umpamanya anak dan istri. Jadi, seseorang tidak bisa berikan zakat pada anak dan istrinya.

Sedangkan untuk sedekah, dapat diberi pada siapapun yang kita anggap memang memerlukan pertolongan, karna tidak ada ketetapan spesial tentang hal ini.

Ketiga point tersebut yang membedakan pada zakat dan sedekah. Jangan pernah kita sudah bersedekah banyak, namun ternyata ada sejumlah zakat yang belum tertunaikan. Dan jangan pernah kita sudah menunaikan zakat namun bersedekah sedikit, karna sedekah juga memiliki keutamaan yang besar walau hukumnya tidak harus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *